Sejak 2009, WHO 6 Kali Deklarasikan Status Darurat Global akibat Virus
JAKARTA, iNews.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan status darurat kesehatan global (Darurat Kesehatan Publik yang Menjadi Perhatian Internasional/PHEIC) terkait virus korona baru yang bermula di China, Kamis (30/1/2020).
Ini merupakan kali keenam WHO mendeklarasikan status darurat global sejak payung hukumnya pertama kali disepakati pada 2005 melalui Regulasi Kesehatan Internasional.
Wabah virus sindrom pernapasan akut atau SARS yang menghebohkan dunia pada 2003 merupakan cikal bakal dibuatnya PHEIC. Oleh karena itu, tak heran jika SARS tak masuk dalam status darurat global.
WHO menyebut SARS sebagai 'ancaman global' pada pertengahan Maret 2003.
Jumlah Korban Terinfeksi Virus Korona di China Nyaris 6.000 Orang, Melampaui Wabah SARS
Berikut lima status darurat global yang pernah dideklarasikan WHO selain virus korona:
1. Virus H1N1 atau influenza A pada 2009
WHO Peringatkan Virus Corona Penyebab Pneumonia di China Bisa Jadi Wabah Besar
Virus ini bermula dari Meksiko dan juga populer dengan flu babi. WHO menyebut H1N1 merupakan wabah flu pertama dalam waktu 40 tahun terakhir.
Sebagaimana layaknya flu, virus ini menulari dari hewan maupun ke manusia lewat batuk maupun bersin.
2. Virus ebola Afrika Barat 2014
Menurut data WHO jumlah korban tewas akibat wabah ebola Afrika Barat mencapai 11.000 jiwa dalam 2 tahun atau sampai 2016.
Selain itu ada 649 tenaga medis yang diketahui bersinggungan dengan penyakit ini. Dari jumlah itu, 365 di antaranya meninggal.
3. Virus polio pada 2014
Status darurat global polio dikeluarkan WHO setelah mewabah di Eropa, Afrika, dan Asia dalam 2 tahun mulai 2014.
Satu dari 200 orang yang terkena infeksi polio mengalami kelumpuhan yang tidak bisa disembuhkan.
Di antara yang lumpuh, 5 hingga 10 persen meninggal karena otot-otot pernapasan tidak bisa berfungsi.
4. Virus zika pada 2016
Virus Zika mewabah di Amerika Selatan dan dinyatakan sebagai darurat global oleh WHO pada 2016.
Virus ini umumnya menyebabkan bayi lahir dengan ukuran otak lebih kecil.
5. Virus ebola di Republik Demokratik Kongo pada 2019
WHO menetapkan wabah ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai darurat global pada 2019 dan masih berlangsung sampai saat ini.
Wabah ebola di Kongo telah merenggut lebih dari 1.600 nyawa.
Editor: Anton Suhartono