Saudi: Tak Ada Perdamaian dengan Israel sampai Palestina Merdeka dan Perang Gaza Berakhir!
Faisal juga menegaskan, perundingan normalisasi hubungan dengan tidak bisa dilakukan selama Israel melakukan praktik genosida di Gaza.
"(Perundingan) Hanya dapat dimulai, pertama-tama jika konflik di Gaza berakhir dan penderitaan rakyat Gaza berkurang," ujarnya.
Tidak ada alasan, kata dia, untuk membahas normalisasi hubungan di saat kematian, penderitaan, dan kehancuran masih terjadi di Gaza.
"Kemudian kita harus membicarakan pembentukan negara Palestina. Dan setelah itu tercapai, tentu saja kita bisa membicarakan normalisasi," ujarnya.
Pernyataan Pangeran Faisal ini menandakan sikap paling jelas Saudi sejauh ini, mengaitkan pengakuan Israel dengan kemajuan solusi dua negara. Saudi secara konsisten memasukkan kemerdekaan Palestina sebagai syarat pengakuan atau normalisasi hubungan dengan Israel.
Sementara itu Perjanjian Abraham sejauh ini telah mendamaikan Israel dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko.
Editor: Anton Suhartono