Sandera Israel Muncul di Video Maki-Maki Militer Zionis: Kami Dicampakkan di Sini!
GAZA, iNews.id - Sayap militer Hamas Brigade Izzuddin Al Qassam merilis video tiga sandera Israel yang ditawan di Jalur Gaza, Palestina. Mereka merupakan pria lanjut usia yang tampak masih dalam kondisi sehat.
Dalam video berdurasi 1 menit bertajuk 'Jangan Biarkan Kami Menua di Sini' yang diunggah di Telegram pada Senin (18/12/2023), para tawanan meminta pemerintah segera membebaskan mereka dari Gaza.
Ketiga sandera itu diketahui bernama Chaim Peri (79), Yoram Metzger (80), dan Amiram Cooper (84). Mereka ditangkap para pejuang Hamas dalam serangan pada 7 Oktober di kota dekat dengan perbatasan Gaza.
Dalam pernyataannya, Peri yang duduk di antara dua sandera lain, mengatakan dalam bahasa Ibrani, dia ditawan bersama dua sandera lansia lain. Mereka menderita sakit kronis dan kondisi di penahanan keras.
Korban Meninggal akibat Serangan Israel di Gaza Dekati 20.000 Jiwa
"Kami adalah generasi yang membangun fondasi bagi pembentukan Israel. Kami termasuk salah satu yang memulai militer IDF (Pasukan Pertahanan Israel). Kami tak paham mengapa dicampakkan di sini," kata Peri, seperti dilaporkan kembali Al Jazeera, Selasa (19/12/2023).
"Anda harus membebaskan kami dari sini. Ini bukan masalah berapa biayanya. Kami tak ingin menjadi korban langsung dari serangan udara IDF. Bebaskan kami tanpa syarat," ujarnya, lagi.
HRW Ungkap Israel Sengaja Bikin Warga Gaza Kelaparan
Video ditutup dengan ketiganya mengatakan secara bersamaan, "Jangan biarkan kami menua di sini."
Sementara itu media Israel melaporkan ketiga sandera tersebut merupakan penduduk Kibbutz Nir Oz yang berada di perbatasan dengan Gaza.
Israel Tangkap Imam Masjid Al Aqsa Syekh Ekrima
Peri sedang berada di rumahnya saat para pejuang Hamas datang.
Reuters melaporkan, Peri sempat menyembunyikan istri di balik sofa saat para pejuang memasuki rumah. Dia lalu menyerahkan diri kepada para pejuang dengan tujuan menyelamatkan istri.
Militer Israel merespons video itu dengan murka dengan menyebutnya sebagai perang psikologis oleh Hamas. Mereka bertekad akan membebaskan ketiga sandera.
"Chaim, Yoram, dan Amiram, saya berharap Kalian mendengar saya malam ini. Camkan ini, kami akan melakukan apa pun, apa pun, untuk memulangkan kalian dengan aman," kata juru bicara militer Israel, Daniel Hagari.
Sementara itu setelah video beredar luas, para kelurga yang kerabatnya masih ditawan menggelar demonstrasi di depan Kantor Pusat Kementerian Pertahanan di Tel Aviv. Mereka mendesak militer segera membebaskan para sandera sesegera mungkin.
Para keluarga sandera juga mengecam tindakan militer Israel yang membunuh warga sendiri yang ditawan di Gaza. Pekan lalu tiga sandera Israel tewas dalam serangan pasukan Zionis meski mereka sudah mengibarkan bendera putih.
Editor: Anton Suhartono