Salut! Pria Lumpuh Ini Berhasil Raih Gelar Master, Ngetik Tesis dengan Kedipan Mata
“Memindai setiap buku melelahkan, tapi itulah satu-satunya cara yang bisa saya lakukan untuk bisa membacanya,” katanya, saat upacara wisuda, seperti dikutip dari Korea Herald, Selasa (25/2/2025).
Belajar, kata dia, merupakan tantangan di setiap langkah. Tanpa kemampuan menulis dengan tangan, Jang mengandalkan pemindai untuk mendigitalisasi buku-buku yang tidak tersedia dalam bentuk eBook. Dia juga kesulitan menghafal informasi karena tidak bisa mencatat.
“Lima belas tahun lalu, saya masih bisa menyandarkan tangan di meja dan mencatat. Sekarang, itu tidak mungkin lagi,” ujarnya.
Sehari-hari Jang bekerja di Gwangju Muscular Dystrophy Association, mengadvokasi orang-orang lumpuh atau penderita distrofi otot. Dia menghadiri kelas pascasarjana pada malam hari, sering kali harus belajar hingga dini hari dengan bantuan asisten yang menyalin materi kuliah untuknya.
Tantangan terbesar saat menyusun tesis adalah menulis atau mengetik. Dia Menggunakan mouse pelacak mata, perangkat yang menerjemahkan gerakan mata menjadi perintah kursor. Dari situ Jang mengetik setiap huruf, kata, hingga menjadi kalimat dengan berkedip.
Sementara itu tesisnya difokuskan pada hak untuk hidup bagi orang-orang dengan kelainan otot. Penelitiannya juga menyoroti kasus-kasus pasien yang bergantung pada ventilator ditinggalkan seorang diri untuk waktu singkat, namun berpotensi mengalami konsekuensi mematikan.
Selain itu Jang juga menjadi kreator konten dan memiliki channel YouTube Ik-Sun Jang. Konten-kontennya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit yang dideritanya.
Editor: Anton Suhartono