Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Rusia Tuduh AS Kembangkan Lab Senjata Biologi Rahasia di Georgia

Jumat, 05 Oktober 2018 - 12:43:00 WIB
Rusia Tuduh AS Kembangkan Lab Senjata Biologi Rahasia di Georgia
Ilustrasi senjata biologi. (Foto: iStock)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Kementerian Pertahanan Rusia menuding Amerika Serikat (AS) mengoperasikan laboratorium senjata biologi rahasia di Georgia. Keberadaan laboratorium itu mencemooh konvensi internasional dan menjadi ancaman keamanan langsung bagi Rusia.

Tuduhan ini muncul bersamaan dengan hari yang sama saat para pejabat AS, Inggris, dan Belanda menuduh intelijen militer Rusia berada di balik berbagai serangan siber.

Menurut Mayor Jenderal Igor Kirilov, laboratorium di Georgia merupakan bagian dari jaringan laboratorium AS dekat perbatasan Rusia dan China.

Tuduhan itu sebagian besar didasarkan pada materi tentang Pusat Penelitian Kesehatan Publik di Tbilisi, Georgia, yang dibiayai Richard G Lugar.

Kirillov mengklaim dokumen-dokumen yang dirilis oleh mantan Menteri Keamanan Negara Georgia, Igor Giorgadze, menunjukkan bahwa fasilitas itu didanai sepenuhnya oleh AS dan kepemilikan Georgia yang ada di atas kertas hanyalah kedok belaka.

Kepala militer perlindangan radiasi dan biologi Rusia itu menyebut, dokumen yang diterbitkan Giorgadze mengisyaratkan kegiatan yang lebih jahat sedang terjadi di bawah naungan penelitian sipil.

Dia mencatat, dokumen Giorgadze mengutip kematian 73 sukarelawan yang mengambil bagian dalam tes obat baru di laboratorium pada 2015 hingga 2016. Klaim ini belum dikonfirmasi secara independen.

Kirillov menuduh kematian itu menunjukkan Pusat Penelitian Lugar menggunakan para sukarelawan sebagai kelinci percobaan dalam pengujian racun mematikan baru.

"Kematian yang hampir bersamaan dari sejumlah besar relawan memberikan alasan untuk percaya bahwa Pusat Lugar sedang meneliti zat kimia atau biologis yang sangat beracun dan sangat mematikan," katanya, seperti dilaporkan AP, Jumat (5/10/2018).

Jenderal Rusia itu juga mengklaim, penyebaran penyakit virus di Rusia selatan bisa dikaitkan dengan kegiatan di Pusat Penelitian Lugar. Hal itu merujuk pada penyebaran demam babi Afrika (ASF) dari Georgia sejak 2007 yang menyebabkan kerugian besar bagi sektor pertanian Rusia.

Lebih jauh, Kirilov mengatakan kutu yang membawa penyakit demam berdarah-Kongo Krimea, penyakit virus mematikan, juga menyebar di beberapa wilayah di Rusia selatan dalam pola yang tidak biasa.

Ini merupakan petunjukam lain dari dugaan keterlibatan laboratorium AS, meski Kirilov tidak menyebut persitiwa itu terjadi.

"Sangat mungkin AS membangun potensi biologis militernya di bawah naungan penelitian mempelajari cara-cara perlindungan dan melakukan penelitian damai lainnya, mencemooh perjanjian internasional," ujarnya.

Menurutnya, di antara dokumen yang dirilis oleh Giorgadze adalah hak paten AS untuk drone yang ditujukan untuk menyebarkan serangga yang terinfeksi. Paten lainnya mencakup proyektil untuk mengirim zat kimia dan biologi.

"Penelitian semacam itu tidak sesuai dengan kewajiban internasional Washington mengenai pelarangan senjata biologi dan racun," ucap Kirillov.

"Pertanyaan yang sah adalah mengapa dokumen-dokumen tersebut disimpan di Pusat Penelitian Kesehatan Masyarakat Lugar. Kami berharap dapat menerima jawaban yang tepat dari Georgia dan Amerika Serikat."

Dia mencatat, Rusia khawatir tentang militer AS yang bertugas mengumpulkan materi genetik orang-orang dari berbagai daerah di Rusia, termasuk Kaukasus Utara, dan tidak yakin dengan tujuan proyek tersebut.

"Laboratorium di Georgia hanya elemen kecil dari bagian dari program militer dan biologis Amerika Serikat yang luas," kata jenderal itu.

Dia juga menuding Pentagon diduga memiliki laboratorium lain di negara-negara tetangga Rusia.

"Pemilihan lokasi untuk laboratorium semacam itu tidak disengaja," tandasnya.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut