Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Ingin Segera Capai Kesepakatan Nuklir dengan AS: Makin Cepat Lebih Baik!
Advertisement . Scroll to see content

Rusia: Jika PLTN Zaporizhzhia Terus Diserang, Jejak Radioaktifnya Bisa Capai Pantai Turki

Kamis, 01 September 2022 - 14:23:00 WIB
Rusia: Jika PLTN Zaporizhzhia Terus Diserang, Jejak Radioaktifnya Bisa Capai Pantai Turki
PLTN Zaporizhzhia di Ukraina. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

ANKARA, iNews.id Rusia mengingatkan bahwa penyerangan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia bisa menimbulkan bencana besar lintas negara. Jika aksi penembakan yang berkelanjutan merusak fasilitas itu, jejak radioaktif dapat mencapai pantai utara Turki.

“Situasinya cukup jelas, bahwa PLTN Zaporizhzhia telah dikendalikan oleh pasukan Rusia sejak Maret. Ini adalah fasilitas nuklir terbesar yang terdiri dari enam reaktor dengan total kapasitas 6.000 megawatt,” ujar Duta Besar Rusia di Ankara, Alexei Yerkhov, kepada surat kabat Turki, Yeni Safak, Kamis (1/9/2022).

“Menurut para ilmuwan, jika tempat penyimpanan (nuklir) hancur akibat pemboman, kerusakannya mungkin akan lebih buruk daripada setelah bencana Chernobyl, dan jalur radioaktif mungkin mencapai pantai utara Turki,” kata dia.

PLTN Zaporizhzhia yang terletak di tepi kiri Sungai Dnipro, adalah pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa dalam hal jumlah unit dan output. Setelah Moskow melancarkan operasi militer di Ukraina sejak 24 Februari lalu, pembangkit nuklir itu dan daerah sekitarnya jatuh di bawah kendali pasukan Rusia. 

PLTN Zaporzhzhia baru-baru ini menjadi sasaran sejumlah penembakan, meningkatkan kekhawatiran internasional atas kemungkinan kecelakaan nuklir. Rusia dan Ukraina saling menyalahkan atas insiden penembakan tersebut.

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari. Sejak saat itu, banyak negara Barat dan beberapa sekutu mereka mengutuk langkah Moskow itu. Amerika Serikat dan Uni Eropa pun menjatuhkan sanksi secara bertubi-tubi kepada Rusia.

Pada saat yang sama, China seperti banyak negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin lainnya, menolak untuk bergabung dengan sanksi tersebut.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut