Dia berpendapat, upaya pencaplokan wilayah negara berdaulat bertentangan dengan prinsip-prinsip pendirian PBB. Dia mengatakan, Putin bahkan merayakan “pelanggaran hukum internasional yang nyata” tersebut dengan konser yang diadakan setelah dia memproklamasikan aneksasi empat wilayah Ukraina pada Jumat kemarin.
Rusia Sebut Serangan terhadap 4 Wilayah Ukraina yang Bergabung Berarti Agresi
Dalam pemungutan suara oleh 15 anggota DK PBB kemarin, sepuluh negara memberikan suara yang mendukung resolusi tersebut. Sementara China, Gabon, India, dan Brasil abstain.
“Tidak ada satu negara pun yang mendukung Rusia. Tidak satu pun!” kata Thomas-Greenfield kepada wartawan pascapertemuan anggota DK PBB di New York, Amerika Serikat.
Uzbekistan Tak Akan Pulangkan Warga Rusia yang Kabur karena Takut Wajib Militer
Namun, seruannya itu percuma saja. Sebab, hak veto yang dimiliki Rusia sebagai salah satu anggota tetap DK PBB, dengan serta-merta membatalkan hasil pemungutan suara itu.
Menurut Thomas-Greenfield, Washington DC selanjutnya akan meminta 193 anggota Majelis Umum PBB untuk mengutuk tindakan Rusia itu.
Rusia: Referendum di 4 Wilayah Ukraina Sepenuhnya Patuhi Prinsip Hukum Internasional
“Di Majelis Umum, negara-negara di dunia akan mengatakan dengan lantang dan jelas: Adalah ilegal, dan tidak dapat diterima, untuk mencoba menggambar ulang perbatasan negara lain melalui kekerasan,” ucap Thomas-Greenfield.
Editor: Ahmad Islamy Jamil