Dengan begitu, kata Blinken, Amerika Serikat telah mengalokasikan bantuan dengan nilai total lebih dari 5,6 miliar AS kepada Ukraina sejak 24 Februari.
Negosiator Ukraina Ungkap Alasan Mandeknya Perundingan Damai dengan Rusia
Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.
Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khusus itu adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, operasi itu juga untuk melindungi orang-orang yang menjadi sasaran “genosida” oleh rezim Kiev selama delapan tahun terakhir.
Kena Sanksi Bertubi-tubi, Ekspor Rusia ke Uni Eropa Malah Naik Lebih dari 2 Kali Lipat
Negara-negara Barat pun menanggapi agresi militer Rusia itu dengan menjatuhkan sanksi komprehensif terhadap Moskow, termasuk embargo terhadap produk energi Rusia. Di sisi lain, AS dan para sekutunya juga gencar mengirimkan peralatan militer ke Ukraina untuk membantu Kiev melawan Moskow.
Rusia telah berulang kali mengecam aliran senjata yang terus-menerus ke Ukraina dari Barat dan sekutu AS lainnya. Menurut Moskow, hal itu sama saja dengan menuangkan minyak ke api dan menggagalkan proses negosiasi.
Editor: Ahmad Islamy Jamil