Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Duh, 3 Remaja Saudara Kandung Bunuh Diri gegara Dilarang Main Game dan Nonton Drama Korea
Advertisement . Scroll to see content

Rumah Menteri India Dibakar Massa Pascabentrokan Antaretnis

Jumat, 16 Juni 2023 - 19:44:00 WIB
Rumah Menteri India Dibakar Massa Pascabentrokan Antaretnis
Rumah menteri federal India di negara bagian Manipur dibakar oleh massa. (Foto: ANI)
Advertisement . Scroll to see content

NEW DELHI, iNews.id - Rumah menteri federal India yang ada di negara bagian Manipur dibakar massa. Wilayah itu tengah dilanda bentrokan antara anggota kelompok etnis yang bersaing selama lebih dari sebulan terakhir. 

Kantor Menteri Luar Negeri Muda RK Ranjan Singh, pada Jumat (16/6/2023) membenarkan bahwa massa merusak dan membakar rumahnya di ibu kota Manipur, Imphal pada Kamis (15/6/2023) malam.

"Untungnya tidak ada pengasuh atau anggota keluarga yang terluka dalam serangan di rumah itu," kata seorang pembantu Singh di New Delhi.

Singh merupakan menteri federal dalam pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi. Partai berkuasa Modi juga mengatur negara bagian Manipur.

"Saya kaget. Situasi hukum dan ketertiban di Manipur benar-benar gagal," kata Singh kepada ANI, mitra Reuters TV di India.

Serangan itu terjadi setelah berminggu-minggu bentrokan sengit antara anggota kelompok etnis Kuki dan Meitei. Kelompok Kuki sebagian besar tinggal di perbukitan, sementara Meitei merupakan komunitas yang dominan di dataran rendah negara bagian itu.

Singh berasal dari komunitas Meitei. Hingga saat ini tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. 

Bentrokan antara kedua komunitas meletus pada 3 Mei lalu. Bentrok dipicu oleh kebencian atas keuntungan ekonomi dan kemudahan akses terhadap pekerjaan di pemerintah dan pendidikan yang disediakan untuk Kukis.

Catatan Kementerian Dalam Negeri Federal terbaru menunjukkan, 83 orang tewas dan lebih dari 60.000 warga mengungsi sejak Mei akibat kekerasan itu.

Organisasi masyarakat sipil dari komunitas Meitei dan Kuki mengatakan ratusan orang dari komunitas mereka terluka dan kehilangan tempat tinggal.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut