RS di China Posting Pesan Mengerikan Perang Melawan Covid: Kita Tak Bisa Lari
Beberapa pakar kesehatan mengatakan, angka resmi kasus infeksi yang dikeluarkan otoritas tidak mewakili jumlah sebenarnya. Pasalnya, tes Covid-19 dikurangi secara drastis setelah pelonggaran pembatasan.
China juga tak melaporkan satu pun kasus kematian akibat Covid-19 dalam 2 hari terakhir meski krematorium dibanjiri jenazah. Padahal sejak sepekan terakhir di Beijing, puluhan mobil jenazah harus antre menunggu giliran untuk menurunkan peti karena lonjakan jumlah mayat yang harus dikremasi. Otoritas mempersempit kriteria seseorang dinyatakan meninggal akibat Covid-19.
Shanghai merupakan salah satu pusat penyebaran Covid-19 terparah di China. Kota pusat keuangan itu di-lockdown selama 2 bulan yang berakhir pada 1 Juni lalu. Ratusan orang meninggal dan ratusan ribu lainnya terpapar virus corona.
Para pakar kesehatan mengatakan, kasus kematian akibat Covid-19 di China bisa menembus 1 juta orang pada 2023. Ini dipicu rendahnya vaksinasi di kalangan penduduk lansia yang merupakan kelompok rentan.
Sejauh ini lebih dari 90 persen penduduk China sudah mendapat vaksin Covid-19 penuh. Namun baru 57,9 persen dari populasi dewasa yang sudah mendapat suntikan booster. Sementara kalangan berusia di atas 80 tahun baru 42,3 persen yang mendapat booster.
Editor: Anton Suhartono