Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Baja Nirkarat RI Bebas Bea Masuk Anti-Dumping Turki, Peluang Ekspor Terbuka Lebar
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

ISTANBUL , iNews.id - Roket-roket yang ditembakkan dari Suriah menghantam Turki bagian selatan. Serangan ini menyebabkan dua orang tewas dan 11 lainnya terluka.

Dilansir AFP, Kamis (25/1/2018), roket pertama ditembakkan Rabu 24 Januari sore hari ke sebuah masjid di perbatasan Kilis. Gubernur Kilis, Mehmet Tekinarslan, mengatakan roket kedua jatuh di sebuah rumah berjarak 100 meter dari roket pertama.

Dipastikan seorang warga Suriah dan satu orang Turki tewas dalam aksi tersebut. Tekinarslan menyebut serangan ini dilakukan pasukan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG), milisi Kurdi yang oleh Turki dianggap telah melakukan pemberontakan selama tiga dekade di Turki.

Beberapa jam sebelum serangan roket tersebut, Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan mengatakan, pejuang oposisi Suriah dan pasukan Turki semakin dekat menguasai Afrin di Suriah Utara.

"Sampai teroris terakhir dinetralisir, operasi ini akan terus berlanjut," kata Erdogan, menegaskan.

Amerika Serikat (AS) mendukung perjuangan Turki melawan Partai Kerja Kurdistan (PKK), sebuah kelompok yang juga masuk daftar hitam organisasi teroris internasional.

Tapi di sisi lain, AS telah membentuk kemitraan yang erat dengan YPG untuk melawan ISIS.

Karena itu, saat serangan pada Rabu 24 Januari, Presiden Donald Trump memperingatkan Erdogan untuk  mengurangi serangan terhadap Afrin, yang dipertahankan oleh milisi YPG yang didukung AS. Trump memperingatkan Erdogan untuk menghindari tindakan yang mungkin berdampak pada hubungan antara Turki dan AS.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut