Ribuan Embrio Program Bayi Tabung di Gaza Hancur Dibom Israel, Mimpi Pasutri Punya Anak Musnah
Perempuan 32 tahun itu tidak bisa hamil secara alami dan beralih ke program bayi tabung. Namun setelah serangan Israel, tak ada lagi klinik yang melayani program bayi tabung.
Keluarga dalam jumlah anggota yang besar merupakan hal umum di Gaza. Biro Statistik Palestina mengungkap, hampir separuh penduduk Gaza berusia di bawah 18 tahun. Penduduk Gaza juga memiliki tingkat kesuburan tinggi, yaitu 3,38 kelahiran per perempuan.
Sebagai perbandingan tingkat kesuburan di Inggris adalah 1,63 kelahiran per perempuan.
Meski miskin, banyak pasutri yang tidak subur melakukan program bayi tabung. Beberapa dari mereka terpaksa menjual barang berharga seperti televisi dan perhiasan untuk membiayainya.
“Kami sangat memahami arti dari 5.000 nyawa ini, atau potensi kehidupan, bagi para orang tua, baik untuk masa depan atau masa lalu,” kata Bahaeldeen Ghalayini (73), dokter kandungan dan ginekolog lulusan Universitas Cambridge yang mendirikan klinik Pusat IVF Al Basma pada 1997.