Remaja Anggota Neo-Nazi Jadi Orang Termuda Inggris Dijerat Terorisme, Pelajari Bikin Bom dan Membunuh
Remaja itu mengakui kepada polisi telah membuat komentar rasis, homofobik, dan anti-Semit hanya agar terlihat keren. Dia juga berbicara tentang pembunuhan orang Yahudi menggunakan gas, menggantung orang gay, dan ingin menembak mereka saat parade.
Jaksa penuntut mengatakan di pengadilan, pada 2019 polisi menemukan bendera Nazi dan slogan rasis di rumah nenek remaja tersebut. Dia juga mengunduh beberapa dokumen cara manual membuat senjata serta cara membunuh, melalui ponsel dan komputer.
"Usia merupakan faktor mengkhawatirkan dan perilakunya mengkhianati kedewasaan di luar usia wajarnya," kata jaksa.
Pengadilan juga mengungkap, pelaku pernah mengirim pesan terenkripsi ke remaja lain di Estonia yang ternyata pendiri kelompok sayap kanan Divisi Feuerkrieg (FKD). Mereka membahas kebencian terhadap kelompok tertentu. Laporan menyebutkan pendiri FKD itu berusia 13 tahun.
Kelompok itu dikenal sebagai organisasi supremasi kulit putih yang menyerukan perang melawan kelompok minoritas, termasuk Yahudi, Muslim, gay dan lesbian, tokoh agama, serta polisi.