Ratusan Juta Warga China Bepergian untuk Rayakan Imlek, Gelombang Baru Covid Membayangi
Meski demikian para pakar kesehatan China mengatakan gelombang infeksi telah mencapai puncaknya.
Pembaruan jumlah kasus kematian ini terjadi di tengah keraguan dunia internasional atas transparansi data yang disampaikan China karena angkanya terbilang rendah berdasarkan standar global. Padahal rumah sakit di penjuru China kewalahan menampung pasien sejak awal Desember 2022, demikian pula dengan antrean di krematorium.
Jumlah kasus kematian yang dilaporkan otoritas China tidak termasuk mereka yang meninggal di rumah dan panti jompo. Selain itu beberapa dokter mengatakan mereka tidak disarankan mencantumkan penyebab Covid-19 pada akta kematian.
Beberapa ahli kesehatan memperkirakan lebih dari 1 juta orang di China meninggal akibat Covid-19 sepanjang tahun ini. Sementara lembaga data kesehatan yang berbasis di Inggris, Airfinity, memperkirakan kematian akibat Covid bisa mencapai 36.000 orang per hari sepanjang pekan ini.
Kasus infeksi dan kematian di China diperkirakan akan melonjak hingga beberapa bulan mendatang dampak dari perjalanan yang dilakukan warga pada liburan Imlek. Sekitar 110 juta perjalanan penumpang kereta api diperkirakan dilakukan selama periode 7 sampai 21 Januari. Jumlah perjalanan itu naik 28 persen dibandingkan periode yang sama yakni 2 pekan pertama perayaan Imlek pada tahun sebelumnya.