Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Perusahaan memperingatkan bahwa reorganisasi tersebut berpotensi menyebabkan kekurangan tenaga kerja terampil pada posisi tertentu, yang pada akhirnya dapat menurunkan produktivitas dan berdampak pada pendapatan perusahaan.
"Seiring pertumbuhan bisnis cloud dan AI kami, kami akan terus menyeimbangkan sumber daya serta melakukan restrukturisasi pada kelompok pengembangan kami guna memastikan kami memiliki orang yang tepat untuk menghadirkan produk cloud dan AI terbaik bagi pelanggan di seluruh dunia," tulis keterangan Oracle.
Oracle saat ini tengah berlomba memperluas pembangunan pusat data untuk memenuhi kebutuhan perusahaan AI besar seperti OpenAI dan Meta.
Sebelumnya dilaporkan bahwa Oracle berencana menginvestasikan sedikitnya 50 miliar dolar AS untuk infrastruktur pada tahun ini.
Editor: Aditya Pratama