Raja Malaysia Semprot Menhan gegara Alutsista Bekas, Minta Batalkan Pembelian Heli Black Hawk
"Saya yakin semua ini terjadi karena Kementerian Pertahanan penuh dengan agensi atau mantan jenderal yang menjadi pedagang, bahkan pedagang tekstil yang mencoba menjual drone,” kata Sultan Ibrahim.
Bangswan yang juga Kolonel Komandan Gerup Gerak Khas itu lalu menyarankan Menteri Pertahanan (Menhan) Mohamed Khaled Nordin membatalkan rencana pembelian helikopter Black Hawk bekas berusia lebih dari 30 tahun karena khawatir mengulangi kesalahan lama.
Dia mengatakan semua pihak yang terlibat dalam pengadaan peralatan militer harus memastikan evaluasi dilakukan secara transparan, berdasarkan harga pasar dan kebutuhan aktual militer, bukan hanya berdasarkan rekomendasi agensi atau kepentingan pribadi.
"Jangan buang waktu membeli omong kosong yang tidak sesuai dengan kebutuhan militer. Kalau tidak tahu harganya, tanya saya dulu," ujarnya.
Dia mencontohkan pembelian kapal serbu untuk pasukan komando seharga 5 juta ringgit, padahal harga aslinya di bawah 2 juta ringgit.
"Baru-baru ini, saya mendengar ada usulan untuk membeli kapal serupa tapi dengan ukuran lebih besar, hampir seharga 10 juta ringgit. Ini tidak masuk akal dan harus ditinjau ulang dengan cermat," kata Sultan.
Jet tempur A-4 Skyhawk dikembangkan oleh produsen Amerika Serikat, McDonnell-Douglas (sekarang Boeing). Perusahaan itu memiliki hubungan erat dengan Angkatan Udara Kerajaan Malaysia yang memperoleh 80 unit pada 1982 dengan harga masing-masing 1 juta dolar. Pesawat itu telah dipensiunkan karena tingkat kecelakaan yang tinggi.
Editor: Anton Suhartono