Putin Bakal Tempatkan Senjata Nuklir di Belarusia, NATO: Retorika Berbahaya!
Meskipun langkah Putin kali ini tidak terduga, pengumumannya tersebut menjadi salah satu sinyal nuklir Rusia yang paling menonjol sejak awal agresi militernya di Ukraina 13 bulan silam. Sementara Ukraina mendesak Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat sebagai tanggapan atas perkembangan di Rusia itu.
Perjanjian START Baru sendiri membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dapat dikerahkan AS dan Rusia. Perjanjian itu juga membatasi pengerahan rudal dan pengebom berbasis darat dan kapal selam untuk mengirimkan senjata nuklir.
Sementara AS tampaknya tidak terlalu khawatir tentang pengumuman Putin itu. Washington DC sepertinya juga tidak melihat adanya potensi Moskow untuk menggunakan senjata nuklir dalam perang di Ukraina.
“Kami belum melihat adanya perubahan dalam postur nuklir Rusia yang akan mengarahkan kami untuk menyesuaikan diri kami sendiri,” tulis jubir NATO itu lagi.
Senjata nuklir taktis mengacu pada senjata yang digunakan untuk meraih keuntungan tertentu di medan perang, bukan senjata yang memiliki kapasitas untuk melenyapkan kota-kota. Masih belum jelas berapa banyak senjata semacam itu yang dimiliki Rusia, mengingat wilayah itu masih diselimuti rahasia pasca-Perang Dingin.