Proposal Damai Rusia-Ukraina Usulan Trump Untungkan Moskow, Begini Respons Putin
Tak hanya itu, Trump juga memasukkan klausul yang mengharuskan pengakuan bahasa Rusia sebagai bahasa resmi Ukraina serta melarang penempatan pasukan dan senjata jarak jauh milik asing di wilayah Ukraina.
Bagi Rusia, poin-poin tersebut sudah lama menjadi tuntutan utama sejak awal invasi pada 2022. Tak mengherankan jika Putin cepat mengekspresikan kesediaan menjadikan rencana Trump sebagai dasar negosiasi.
Dalam perspektif Moskow, proposal itu merupakan peluang untuk mengamankan keuntungan strategis tanpa harus melalui pertempuran berkepanjangan.
Sementara itu, Trump kembali menyalahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky atas kegagalan proses perdamaian.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menilai Zelensky “tidak tahu terima kasih” terhadap upaya AS serta menuding Eropa masih membeli minyak Rusia sembari meminta Washington terus membiayai perang.
Trump juga mengeluhkan bahwa dia mewarisi konflik besar yang seharusnya tidak terjadi jika kepemimpinan AS dan Ukraina berada di tangan yang tepat, retorika yang kerap dia gunakan untuk membenarkan langkah-langkah kontroversial dalam kebijakan luar negerinya.
Dalam pernyataan terpisah, Trump menegaskan bahwa 28 poin proposal damainya belum final dan bisa berubah, namun dia menegaskan Zelensky harus “berperang mati-matian” jika menolak usulan tersebut.
Editor: Anton Suhartono