Profil PKK Kurdi: 40 Tahun Konflik dengan Turki hingga Membubarkan Diri
JAKARTA, iNews.id - Profil PKKKurdi atau Partai Pekerja Kurdistan menjadi sorotan dunia setelah kelompok tersebut secara resmi mengumumkan pembubaran dirinya pada 12 Mei 2025. Keputusan ini menandai akhir dari konflik berdarah yang telah berlangsung lebih dari empat dekade dengan pemerintah Turki.
PKK, yang dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh Turki dan beberapa negara lain, sebelumnya telah menyatakan gencatan senjata pada Maret 2025. Namun, langkah membubarkan diri sepenuhnya menjadi kejutan besar dan babak baru dalam sejarah perjuangan etnis Kurdi di kawasan Timur Tengah.
Profil PKK Kurdi tak lepas dari sosok Abdullah Ocalan, pendiri organisasi ini pada akhir 1970-an. Didirikan sebagai kelompok Marxis, tujuan awal PKK adalah mendirikan negara Kurdi merdeka yang mencakup wilayah di Turki, Irak, Iran, dan Suriah. Namun seiring waktu, tujuan itu bergeser menjadi tuntutan atas otonomi yang lebih besar bagi etnis Kurdi di Turki.
Etnis Kurdi sendiri tersebar di sejumlah negara seperti Turki, Irak, Suriah, dan Iran. Mereka tidak memiliki negara sendiri dan telah lama memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri.
Konflik bersenjata dimulai pada tahun 1984, saat PKK meluncurkan kampanye militer dari pangkalan mereka di Irak utara. Sejak itu, ribuan serangan gerilya dan teror terjadi, menargetkan militer, pemerintah, hingga warga sipil. Konflik ini mengakibatkan lebih dari 40.000 korban jiwa serta kerugian ekonomi dan sosial yang besar.