Profil Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang Dihargai AS Rp800 Miliar
Jaksa Agung Bondi menegaskan langkah peningkatan hadiah itu menjadi bagian dari upaya menegakkan hukum atas dakwaan-dakwaan federal, termasuk dakwaan yang sudah ada sejak 2020 terkait perdagangan narkoba dan terorisme narkotik.
Pemerintah AS juga mengklaim telah menyita aset terkait Maduro senilai lebih dari ratusan juta dolar dan menahan puluhan ton narkotika dalam operasi penegakan hukum.
Sejarah Dakwaan dan Sayembara Sebelumnya
Maduro telah menjadi subjek dakwaan federal AS sejak 2020, ketika jaksa di Manhattan menuduhnya dan sejumlah sekutu terlibat dalam konspirasi impor kokain dan aktivitas kriminal lain.
Pada 2020, jumlah hadiah awal yang ditawarkan AS adalah 15 juta dolar, kemudian dinaikkan oleh pemerintahan sebelumnya menjadi 25 juta dolar pada awal 2025, dan sekarang dilipatgandakan lagi menjadi 50 juta dolar.
Langkah terbaru ini menandai eskalasi oleh administrasi AS dalam menekan rezim di Karakas.