Pria Nyamar Jadi Perempuan Pakai Burka, Ikut Turnamen Catur Wanita demi Uang
Selain itu, alas kaki yang dikenakan Omondi saat mengikuti turnamen juga terlihat janggal di mata panitia. Ditambah lagi, Omondi tidak pernah berbicara sebarang patah kata pun selama berjalannya pertandingan. Hal itu semakin menambah kekhawatiran panitia.
“Dia memakai sepatu yang lebih maskulin, alih-alih feminin. Kami juga memperhatikan dia tidak berbicara, bahkan ketika dia datang untuk mengambil tanda pesertanya, dia tidak dapat berbicara,” kata Wanjala.
“Padahal biasanya, ketika orang-orang bermain, mereka berbicara dengan lawan mainnya, karena bermain catur bukanlah perang, melainkan persahabatan,” ucapnya lagi.
Panitia mulanya ragu-ragu untuk mengeluarkan Omondi lebih awal, karena takut akan dituduh mendiskriminasi perempuan Muslimah dalam kompetisi itu. Namun, mereka akhirnya berani mengambil sikap tegas terhadap “pemain aneh” itu pada putaran keempat turnamen.
“Saat dia maju, setelah dia memenangkan pertandingan melawan pemain yang sangat kuat dan kami memanggilnya. Tapi dia tidak terkejut,” kata Wanjala.