Pria Ini Rawat Kekasih yang Lumpuh Hampir 30 Tahun, Mereka Akhirnya Menikah
Xu membawa Huang kembali ke rumahnya setelah perempuan itu keluar dari rumah sakit. Sejak itu, dia merawatnya dengan sepenuh hati.
Huang membutuhkan perawatan terus-menerus, sehingga Xu tidak dapat meninggalkan desanya untuk mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih baik di kota-kota seperti kebanyakan anak muda pada masa itu. Sebaliknya, dia tinggal di rumah bersama Huang dan mencari nafkah sebagai petani. Dia bahkan memilih menanam sayuran favorit Huang daripada tanaman lain yang lebih menguntungkan.
Tak cukup sampai di situ, Xu belajar memainkan erhu (di kalangan warga keturunan China di Indonesia juga disebut tehyan—red), alat musik dua senar khas Tiongkok. Dengan itu, dia mencoba menghibur Huang, pada saat ponsel dan internet hampir tidak pernah terdengar di pedesaan Tiongkok.
Xu juga menggunakan keahliannya sebagai tukang kayu untuk merancang dan membangun fasilitas di sekitar rumah mereka. Dia juga membuat berbagai macam perkakas untuk meningkatkan kualitas hidup Huang, termasuk toilet yang dibuat khusus sehingga Huang dapat menggunakan kamar mandi tanpa bantuannya. Xu juga membuat alat yang memungkinkan Huang bangkit dan keluar masuk tempat tidur sendirian.
Yang menarik, selama lebih dari 20 tahun, Huang tidak pernah memberi tahu keluarganya mengenai keadaannya. Perempuan itu khawatir, kondisi fisiknya bakal menjadi beban buat mereka. Karenanya, setelah peristiwa kecelakaan bus yang menimpanya, Huang tidak pernah lagi bertemu dengan keluarganya.