Pria Ini Bangun Pagar Setinggi 5,6 Meter, Halangi Sinar Matahari ke Tetangga Sekitar
CANBERRA, iNews.id – Seorang pria di Australia membangun pagar setinggi 5,6 meter. Hal itu membuat para tetangganya geram, lantaran mereka tidak mendapatkan sinar matahari akibat terhalang oleh pagar tinggi tersebut.
Seorang warga di Chester Hill, Australia, membuat laporan lantaran tetangganya bernama Ali membangun pagar setinggi 5,6 meter yang menghalangi sinar matahari masuk ke halaman belakang rumahnya. Tetangga yang marah itu mengatakan, pagar tersebut tiba-tiba muncul pada Juli lalu tanpa pemberitahuan atau diskusi terlebih dulu antara dirinya dan Ali.
Para tentangga mengajukan keluhan mereka kepada pemilik rumah itu dan Dewan Daerah Cumberland tentang ketinggian pagar, namun belum ditanggapi. Menurut mereka, pagar setinggi 5,6 meter tiu menyalahi aturan pagar rumah dengan standar 1,8 meter, yang berarti Ali sudah membuat pagar dengan ukuran tiga kali lipat dari pagar normal.
“Pagar itu menghalangi sinar matahari, jadi kami tidak dapat sinar dari pagi hingga sore,” ucap salah seorang pemilik rumah di kawasan itu, seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (16/11/2021).
Bacok Tetangga karena Masalah WiFi, Warga Bekasi Ini Diringkus Polisi
“Aku jadi sangat stres, karena sebelumnya aku suka melihat pemandangan bunga-bunga dan pohon-pohon sebelum itu semua hilang karena pagar ini,” ujar tetangganya yang lain.
Masuk Rumah Tetangga Lewat Jendela, Pria Ini Remas Payudara Siswi SMP yang Sedang Tidur
Menurut laporan media, Ali memutuskan untuk membangun pagar itu karena merasa bosan akibat perintah untuk tetap di rumah saja selama pandemi Covid-19 di Australia. Hal itu membuatnya tidak bisa ke mana-mana selain berkegiatan di rumah.
“Kalian tahu rasanya saat tidak bisa ke mana-mana dan terpaksa melakukan semua kegiatanmu di rumah dan para tetangga sering melihat kegiatanmu di rumah, dan kalian tahu apa? Aku akhirnya membuat dinding pagar ini,” ucap Ali.
Anak Gadisnya Disenggol, Pria Palembang Ini Tusuk 2 Tetangga Pakai Pisau
Pria itu mengatakan, rencana awalnya adalah untuk membangun sesuatu yang menyenangkan bagi tetangganya agar mereka bisa melihat dari sisi sebaliknya. Akan tetapi, dia berubah pikiran karena sikap mereka.
Tetangganya juga mengatakan, Ali menebang tiga pohon pinus besar yang sudah ada di sekitar rumah mereka sejak lama dengan alasan pohon itu sudah mati. Namun, tetangganya menunjukkan foto di mana ketiga pohon pinus itu masih berdaun lebat sebelum ditebang.
Saat ini, Dewan Daerah Cumberland sedang tahap negosiasi dengan Ali mengenai tembok atau pagar besar yang dia bangun dan dinilai merugikan orang sekitarnya itu.
Editor: Ahmad Islamy Jamil