Pria AS Bakar Diri Dekat Konsulat Israel di Boston, Protes Genosida di Gaza
"Saya Matt Nelson dan saya akan melakukan aksi protes ekstrem. Kita semua bersalah atas genosida (Israel) yang sedang berlangsung di Gaza," kata Nelson, dalam video.
“Kita menyebut diri kita sebagai bangsa terhebat dalam sejarah, tetapi kita menghabiskan lebih banyak uang untuk senjata perang daripada mendidik anak-anak kita, membantu para tunawisma, memastikan semua warga Amerika memiliki hak yang sama, dan melindungi lingkungan secara keseluruhan. Kita adalah budak kapitalisme dan kompleks industri militer. Kebanyakan dari kita terlalu apatis untuk peduli," ujarnya, seperti dilaporkan Anadolu, Senin (16/9/2024).
Aksi yang dilakukannya itu merupakan bentuk seruan kepada pemerintah AS untuk menghentikan pengiriman senjata dan uang ke Israel yang digunakan untuk membunuh warga Palestina.
Nelson juga mendesak pemerintah AS untuk menekan Israel guna mengakhiri praktik genosida di Gaza serta mendukung tuntutan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pejabat pemerintah Israel lainnya.
“Saya mendesak siapa pun di antara Anda yang berpikiran sama untuk menghubungi senator dan wakil Anda serta menuntut mereka agar mengusulkan undang-undang guna mencapai tujuan tersebut. Jika anggota parlemen yang sedang menjabat tidak mau, pilihlah mereka yang mau," ujarnya.
Departemen Kepolisian Boston bersikeras masih melakukan penyelidikan sehingga tak bisa memberikan informasi lebih lanjut.
Aksi bakar diri Nelson mengingatkan peristiwa serupa yang dilakukan seorang personel Angkatan Udara AS, Aaron Bushnell (25). Dia membakar diri di depan Kedutaan Besar Israel di Washington DC pada Februari lalu hingga tewas beberapa hari kemudian, sebagai protes atas serangan Israel di Gaza.
Editor: Anton Suhartono