Presiden Zelensky Sebut Rusia Ubah Strategi Perang, Perbanyak Serangan Pakai Drone
KIEV, iNews.id - Ukraina menilai Rusia telah mengubah strategi taktis dengan lebih banyak menyerang menggunakan drone berpeledak buatan Iran. Drone dikerahkan untuk mematahkan perlawanan Ukraina dengan membuat rakyat lelah, menyasar pertahanan udara dan juga fasilitas energi.
Hal ini disampaikan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky dalam pidato video malamnya Senin (2/1/2023) malam.
“Kami mendapat informasi bahwa Rusia sedang merencanakan serangan berkepanjangan oleh Shaheds (pesawat tak berawak),” kata Zelensky.
Zelensky juga memperingatkan, malam-malam selama beberapa minggu mendatang akan sangat mengkhawatirkan. Selama dua hari pertama di tahun 2023, sejumlah kota dan infrastruktur energi, di Ukraina telah dihujani serangan drone tanpa henti pada malam hari.
Inggris Siapkan Dana Rp1,40 Triliun untuk Kembangkan Nuklir agar Tak Ketergantungan pada Rusia
Namun pasukan Ukraina telah menembak jatuh lebih dari 80 drone buatan Iran.
Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, Kyrylo Tymoshenko, melaporkan, serangan rudal Rusia terjadi di Kota Druzhkivka di wilayah Donetsk timur yang sebagian diduduki pada Senin (2/1/2023) malam. Akibatnya, dua orang luka.
Zelensky: Rusia Rencanakan Serangan Drone Terus-menerus untuk Bikin Ukraina Kelelahan
Para pejabat mengatakan serangan itu merusak arena hoki es. Padahal lokasi itu merupakan sekolah hoki dan seluncur indah terbesar di Ukraina.
Serangan Rusia Senin malam juga terjadi di wilayah Kharkiv timur laut dan wilayah tenggara Dnipropetrovsk.
Rusia Sebut 63 Pasukannya Tewas Dihantam Roket HIMARS Ukraina
Gubernur Ukraina Kherson, Yaroslav Yanushevich, pada Selasa mengatakan, serangan Rusia di daerah-daerah yang baru-baru ini direbut kembali di wilayah selatan Kherson, pada Senin telah menewaskan dua orang dan melukai sembilan lainnya. Pasukan Rusia menembaki kota Kherson sebanyak 32 kali pada hari Senin.
Editor: Umaya Khusniah