Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong
Advertisement . Scroll to see content

Presiden Taiwan Lai Ching Te Sebut Kelompok Kecil Bisa Kalahkan yang Besar, Tantang China?

Selasa, 09 Juli 2024 - 15:04:00 WIB
Presiden Taiwan Lai Ching Te Sebut Kelompok Kecil Bisa Kalahkan yang Besar, Tantang China?
Lai Ching Te menyebut banyak contoh peristiwa di dunia, kelompok yang kecil mampu mengalahkan lawan yang lebih besar (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

TAIPEI, iNews.id - Presiden Taiwan Lai Ching Te menyebut banyak contoh peristiwa di dunia, kelompok yang kecil mampu mengalahkan lawan yang lebih besar. Pernyataan itu disampaikan Lai terkait konflik dengan China dan menjelang latihan perang besar-besaran yang digelar Taiwan pada akhir bulan ini. 

Lai mengatakan hal itu kepada para perwira angkatan udara (AU) untuk memecut motivasi mereka. Kekuatan militer Taiwan jelas tak sebanding dengan China. 

“Jumlah peralatan memang penting, tapi tidak bisa mewakili kekuatan militer suatu negara,” kata Lai, dalam rekaman video yang dirilis kantor presiden, seperti dilaporkan kembali Reuters, Selasa (9/7/2024).

"Dalam sejarah, ada banyak kasus di mana segelintir orang bisa melawan orang yang lebih banyak. Ada banyak cara untuk memenangkan hati musuh-musuh lama menggunakan pemikiran baru," katanya, menambahkan.

Dalam video itu, Lai yang mengenakan seragam militer berbicara di depan pesawat tempur buatan dalam negeri yang diberi nama Ching Kuo.

Taiwan terus memodernisasi militernya, tidak hanya membeli peralatan baru seperti kapal selam, tapi juga mengampanyekan ide “perang asimetris”. Konsep ini adalah membuat pasukan Taiwan terus bergerak sehingga sulit diserang, termasuk alat peuncur rudal dan drone yang dipasang di kendaraan.

Seorang pejabat senior Taiwan bulan lalu mengatakan, latihan tahunan Han Kuang akan menerapkan pendekatan mirip dengan pertempuran sesungguhnya. Latihan kali ini bukan sekadar pertunjukan untuk mencetak poin, namun menyimulasikan pertempuran nyata mengingat ancaman China yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Taiwan akan menggelar latihan Han Kuang selama 5 hari, dimulai pada 22 Juli. Di saat bersamaan, pemerintah juga menggelar latihan pertahanan sipil Wan An menyimulasikan serangan udara di kota-kota besar.

China juga menggelar latihan perang besar-besaran selama 2 hari di sekitar Taiwan tak lama setelah Lai dilantik sebagai presiden pada Mei lalu. Pemerintah China menegaskan latihan itu sebagai 'hukuman' atas pidato pelantikan Lai yang berisi pernyataan penuh dengan separatisme.

Lai menegaskan hanya rakyat Taiwan yang berhak menentukan masa depan mereka.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut