Presiden Macron Bela Palestina Mati-matian Bikin Geram Israel
Hubungan antara Prancis dan Israel jatuh ke titik terendah sejak beberapa tahun, terutama setelah Israel menyerang Gaza pada 7 Oktober 2023.
Puncaknya Macron mempersiapkan konferensi internasional pada Juni mendatang yang mengarah kepada pengakuan negara Palestina. Sikap itu sebagai bentuk kegeraman Prancis dan negara Eropa lain, termasuk Inggris, yang kehabisan kesabaran dengan pembangkangan Israel.
Pernyataan Macron belakangan ini jelas memicu kemarahan Israel dengan menuduhnya memimpin perang salib melawan negara Yahudi serta memberi penghargaan kepada para pejuang Palestina yang disebut Israel sebagai teroris.
Macron juga menegaskan tidak boleh ada standar ganda dalam perang di Gaza dan Ukraina. Ini mengacu pada adanya anggapan bahwa Uni Eropa berat sebelah merespons kedua perang tersebut. Selama ini Eropa terkesan hanya memberi perhatian kepada perang di Ukraina dengan mengutuk Rusia, sementara bungkam atas pengeboman Israel di Gaza.
Prancis bersama Arab Saudi akan memimpin konferensi mengenai Palestina di Markas Besar PBB New York pada Juni mendatang. Konferensi itu akan mengeksplorasi penyelesaian damai yang mengarah pada solusi dua negara.