Prancis Minta Pengawasan Internasional di Nagorno-Karabakh, Khawatir Manuver Turki
"Akhir pertempuran sekarang harus memungkinkan dimulainya kembali negosiasi dengan itikad baik untuk melindungi penduduk Nagorno-Karabakh dan memastikan kembalinya puluhan ribu orang yang telah meninggalkan rumah mereka dalam beberapa pekan terakhir dalam kondisi keamanan yang baik," kata Macron dikutip dari Reuters, Jumat (20/11/2020).
Prancis didesak membantu Armenia
Populasi Prancis mencakup antara 400.000 hingga 600.000 orang asal Armenia. Macron telah berhati-hati untuk tidak mendukung pihak konflik tetapi menghadapi kritik di dalam negeri yang menganggap dia tidak mengambil tindakan yang cukup membantu Armenia.
Sumber kepresidenan Prancis mengatakan Macron mendorong pengawasan internasional terhadap gencatan senjata untuk memungkinkan kembalinya pengungsi, mengatur kembalinya pejuang asing, terutama dari Suriah, serta memulai pembicaraan mengenai status Nagoro-Karabakh.
"Kami ingin Minsk Group memainkan perannya dalam menetapkan pengawasan gencatan senjata," kata sumber.
Hubungan Turki-Prancis buruk
Pernyataan Prancis diyakini sebagai upaya meredam keterlibatan Turki dalam kesepakatan damai di Kaukasus. Hubungan antara Prancis dan Turki sangat buruk beberapa bulan. Paris menuduh Ankara memicu krisis di Nagorno-Karabakh.