Politikus Rusia Pengkritik Putin Divonis 25 Tahun Penjara, Inggris dan AS Bereaksi
Dalam wawancaranya kepada CNN yang disiarkan beberapa jam sebelum penangkapan, Murza menyebut Rusia dijalankan oleh rezim pembunuh.
Selain itu pada beberapa kesempatan pidato di Amerika Serikat dan negara Eropa, dia menuduh Rusia sengaja mengebom target sipil di Ukraina.
Dalam pidato terakhirnya di pengadilan pekan lalu, Murza membandingkan persidangannya, yang dugelar tertutup, dengan persidangan Josef Stalin pada 1930-an. Dia menolak untuk meminta pengadilan membebaskannya dengan mengatakan bangga dengan semua yang dia katakan.
"Penjahat seharusnya bertobat dari apa yang telah mereka lakukan. Sebaliknya, saya dipenjara karena pandangan politik. Saya juga tahu bahwa hari itu akan tiba ketika kegelapan di negara kita akan menghilang," katanya.
Sementara itu, Pemerintah Inggris memanggil Duta Besar Rusia di London untuk menyampaikan protes atas vonis Murza yang bermotif politik.