Politikus Radikal Israel Sebut Negaranya Jadi Bahan Tertawaan karena Kalah Perang Lawan Hamas
Dia juga mengkritik respons Netanyahu terhadap tekanan Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan perang serta mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaam.
"Anda tidak bisa memerintah hanya berdasarkan tekanan luar," tuturnya, seraya menegaslan, Israel seharusnya tidak mengizinkan bahan bakar dan bantuan kemanusiaan masuk Gaza, dengan alasan bahwa hal itu menguntungkan Hamas, seperti dilaporkan kembali Anadolu, dikutip Senin (10/2/2025).
Lebih lanjut dia menyerukan penerapan segera program migrasi sukarela warga Palestina di Gaza ke luar wiilayah itu.
"Kita perlu meluncurkan inisiatif untuk mendorong migrasi sukarela hari ini. Presiden Trump bilang masih ada waktu. Tapi, demi kepentingan Israel, kita tidak punya banyak waktu untuk disia-siakan," katanya.
Dia juga menegaskan tidak akan kembali ke pemerintahan sampai Netanyahu berkomitmen menghancurkan Hamas.