Politikus Israel Ini Akan Gagalkan Upaya AS Buka Kantor Konsulat untuk Palestina
"Saya kira pemerintah Israel saat ini lemah. Itu bergantung pada (sayap) kiri, bergantung pada keberpihakan kelompok radikal. Kita harus melakukan segala upaya untuk menjaga kesatuan kota Yerusalem," kata Barkat, dikutip dari Reuters, Rabu (6/10/2021).
Israel menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya, sementara Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara di masa depan. Negara Zionis itu merebut Yerusalem, Tepi Barat, dan Jalur Gaza, dalam perang 1967.
Sementara itu penasihat Kementerian Luar Negeri Palestina Ahmed Al Deek mengatakan, Barkat mewakili posisi politisi partai sayap kanan Israel yang berusaha menggagalkan solusi dua negara.
Para pejabat AS enggan membahas masalah ini lebih jauh, namun mereka yakin proses pembukaan kembali kantor konsulat untuk Palestina akan terealisasi.
Editor: Anton Suhartono