Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Masjid Dibom saat Salat Jumat, 31 Orang Tewas Ratusan Lainnya Luka
Advertisement . Scroll to see content

PM Pakistan Puji Erdogan Angkat Isu Kashmir di Sidang Umum PBB

Rabu, 25 September 2019 - 12:12:00 WIB
PM Pakistan Puji Erdogan Angkat Isu Kashmir di Sidang Umum PBB
PM Pakistan Imran Khan saat bertemu Presiden AS Donald Trump di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, 23 September 2019. (FOTO: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan berterima kasih kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan karena telah mengangkat masalah Kashmir dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, Selasa (25/9/2019).

Khan mengatakan kepada wartawan di New York bahwa dia berharap lebih banyak pemimpin meminta India untuk menghentikan pembatasan terhadap Kashmir.

"Kami sangat berterima kasih karena presiden mengambil sikap yang sangat berprinsip," ujar dia, seperti dilaporkan Anadolu, Rabu (25/9/2019).

Khan menyebut, Pakistan memiliki hubungan yang sangat baik dengan Turki. Dia juga mengungkapkan bahwa Erdogan akan mengunjungi Islamabad bulan depan.

Erdogan mengatakan kepada Majelis Umum PBB bahwa solusi bagi masalah Kashmir hanya dapat ditemukan melalui dialog.

"Agar orang-orang Kashmir bisa menatap masa depan yang aman bersama dengan tetangganya Pakistan dan India, sangat penting untuk menyelesaikan masalah melalui dialog dan atas dasar keadilan dan kesetaraan, bukan melalui bentrokan," kata Erdogan.

Akses komunikasi Jammu dan Kashmir diblokir sejak 5 Agustus, ketika pemerintah India menghapus Pasal 370 Konstitusi India, yang memberikan kawasan itu status otonomi khusus.

Sejak saat itu, ratusan orang, sebagian besar pemimpin politik, ditangkap dan ditahan oleh pihak berwenang .

Jammu dan Kashmir dikuasai oleh India dan Pakistan sebagian, namun diklaim oleh keduanya secara penuh.

Sejak berpisah pada 1947, India dan Pakistan berperang sebanyak tiga kali -pada 1948, 1965, dan 1971; dua di antaranya untuk memperebutkan Kashmir.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut