PM Muhyiddin Yassin Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin Covid di Malaysia
Semua vaksin akan disediakan secara gratis, termasuk untuk para pekerja asing, ekspatriat, pengungsi, dan bahkan imigran yang tidak memiliki dokumen perjalanan sekalipun.
Vaksin gelombang pertama dari Pfizer-BioNTech (vaksin hasil kolaborasi Amerika Serikat-Jerman) terdiri atas 312.390 dosis yang tiba di Malaysia Minggu lalu. Selanjutnya, 182.520 dosis lagi dijadwalkan tiba pada Rabu (24/2/2021) ini.
Malaysia telah menandatangani kesepakatan untuk membeli total 25 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech. Jumlah dosis itu mencakup vaksinasi untuk 39 persen dari total penduduk negara itu.
Malaysia juga telah memesan total 6,4 juta dosis dari perusahaan farmasi Inggris-Swedia, AstraZeneca. Selain itu, Kuala Lumpur juga menandatangani kesepakatan pembelian 12 juta dosis dari Sinovac China, serta 6,4 juta dosis vaksin Sputnik V dari Rusia.
Pihak berwenang Malaysia menyatakan pekan lalu bahwa mereka sedang dalam tahap akhir pembicaraan dengan perusahaan AS, Johnson & Johnson, untuk mendapatkan vaksin dosis tunggal mereka. Rencananya, vaksin Johnson & Johnson bakal digunakan pada kelompok yang rentan, seperti para imigran tanpa dokumen.
Malaysia akan memberikan dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech dengan selang waktu 21 hari, seperti yang direkomendasikan oleh produsen vaksin itu.
Editor: Ahmad Islamy Jamil