PM Malaysia Anwar Ibrahim Luncurkan Mobil Listrik Buatan Dalam Negeri QV-E
Mobil ini akan menggunakan baterai litium fosfat, menawarkan jangkauan hingga 445 km dalam kondisi terisi penuh. Baterai akan disewa kepada pemilik mobil, sehingga tak dimiliki.
“Konsep ini adalah solusi kami untuk mengurangi kecemasan saat memiliki kendaraan listrik baterai,” ujar CEO Perodua, Zainal Abidin Ahmad.
Mobil yang menghabiskan biaya pengembangan sebesar 800 juta ringgit dan akan diproduksi di pabrik terbaru Perodua.
Produksi awal akan mencapai 500 unit per bulan, dengan target peningkatan produksi menjadi 3.000 unit per bulan pada kuartal ke-3 2026.
Perodua merupakan produsen mobil Malaysia kedua yang meluncurkan kendaraan listrik. Perusahaan mobil pemerintah lainnya, Proton, meluncurkan mobil listrik e,MAS 5 pada Juni 2024.
Namun mobil itu masih mengadopsi banyak teknologi dari China. Sebesar 49,9 persen saham Proton dimiliki Geely Automobile Holdings.