PM Kamboja Hun Manet Peringatkan Warganya Tak Serang Kedubes Thailand
PHNOM PENH, iNews.id - Perdana Menteri Kamboja Hun Manet mendesak warganya untuk menghindari konflik langsung dengan kepentingan Thailand di negara itu guna menghindari meluasnya eskalasi.
Dalam posting-an di Facebook, Hun Manet meminta warganya menjunjung tinggi moralitas dan martabat dengan menghindari tindakan apa pun yang dapat merugikan Kedutaan Besar (Kedubes), perusahaan-perusahaan, atau warga Thailand di Kamboja.
Dia juga meminta warga Kamboja di Thailand untuk meningkatkan kewaspadaan. Meski demikian tak ada perintah dari Hun manet yang meminta warganya segera meninggalkan Thailand.
"Bagi warga Kamboja yang tinggal, bekerja, atau belajar di Thailand dan mungkin menghadapi tekanan akibat diskriminasi dan ingin kembali ke Kamboja, silakan pulang," ujarnya, seraya menambahkan, mereka yang membutuhkan bantuan bisa menghubungi Kedubes Kamboja di Bangkok atau Konsulat Jenderal Kamboja di Provinsi Sa Kaeo Thailand.
Update Konflik Thailand-Kamboja: 14 Orang Tewas, 100.000 Lebih Mengungsi
Militer kedua negara masih terlibat saling serang menggunakan jet tempur, roket artileri, tank, dan persenjataan lainnya sampai saat ini.
Deretan Konflik Bersenjata Thailand-Kamboja: Sengketa Berdarah yang Tak Kunjung Usai
Pertempuran ini menandai eskalasi dramatis terkait sengketa wilayah yang telah berlangsung lama.
Wilayah sepanjang puluhan kilometer diperebutkan hingga menumpahkan darah antara tahun 2008 hingga 2011. Konflik saat itu menewaskan sedikitnya 28 orang dan memaksa puluhan ribu orang mengungsi.
Sementara itu pertempuran terbaru sejak Kamis (24/7/2025) difokuskan pada enam lokasi, termasuk di sekitar dua kuil kuno.
Bentrokan tersebut terjadi beberapa jam setelah Thailand mengusir Dubes Kamboja di Bangkok serta menarik dubesnya di Phnom Penh setelah lima personel militernya terluka akibat ranjau darat.
Editor: Anton Suhartono