PM Denmark Larang Cadar dan Tutup Musala di Kampus, Singgung Tuhan
Pemerintahnya akan memulai pembicaraan dengan kampus-kampus untuk menutup musala.
"Ini bukan diskusi mengenai apakah kita menginginkannya atau tidak. Kami secara aktif mengambil sikap tidak menyetujuinya karena musala digunakan sebagai mekanisme penindasan terhadap anak perempuan dan mungkin juga laki-laki," ujarnya.
Namun dia menegaskan tidak tahu seberapa luas fenomena itu.
"Bagi saya, bukan hanya skalanya yang penting. Saya Perdana Menteri Denmark juga seorang perempuan. Dan saya tidak bisa menoleransi penindasan terhadap wanita," katanya.
Pada Agustus 2018, Denmark melarang penggunaan cadar serta burqa dan niqab di tempat umum. Pelanggarnya dikenakan hukuman denda.
Aktivis hak asasi manusia (HAM) dan organisasi keagamaan mengkritik larangan tersebut sebagai bentuk diskriminasi dan pelanggaran terhadap kebebasan beragama dan kebebasan perempuan dalam memilih.
Editor: Anton Suhartono