PLTN Zaporizhzhia di Ukraina Kembali Ditembaki, PBB: Kalian Sedang Bermain Api!
Menurut Grossi, tim IAEA berencana untuk melakukan penilaian terhadap PLTN Zaporzhzhia pada Senin (21/11/2022) ini. Sementara operator tenaga nuklir Rusia, Rosenergoatom menyatakan, akan ada pembatasan pada bagian-bagian yang dapat diperiksa oleh tim dari badan PBB tersebut.
“Mereka (IAEA) menafsirkan kewenangan mereka (untuk mengawasi PLTN Zaporizhzhia) tidak memiliki batas. Ini tidak benar,” kata Penasihat CEO Rosenergoatom, Renat Karchaa, kepada kantor berita TASS.
“Jika mereka ingin menginspeksi fasilitas yang tidak ada hubungannya dengan keselamatan nuklir, aksesnya akan ditolak,” ucapnya.
Penembakan berulang kali di PLTN itu telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi kecelakaan parah. Apalagi, lokasi Zaporizhzhia hanya berjarak 500 km dari lokasi kecelakaan nuklir terburuk di dunia, yakni Chernobyl. Bencana nuklir di Chernobyl terjadi pada 1986.
PLTN Zaporizhzhia menyediakan sekitar seperlima (20 persen) pasokan listrik Ukraina, sebelum agresi militer Rusia pada Februari lalu. PLTN itu memiliki enam reaktor VVER-1000 V-320 berpendingin air dan moderasi air rancangan dari era Uni Soviet yang mengandung Uranium 235.
Editor: Ahmad Islamy Jamil