Pesawat Jet Pribadi Jatuh Setelah Dikejar F-16 di Washington DC, Tak Ada yang Selamat
Menurut pria yang juga seorang pilot itu, pesawat kemungkinan kehilangan tekanan akibat jatuh dengan kecepatan signifikan.
"Jatuh dengan kecepatan 20.000 kaki per menit dan tidak ada yang bisa selamat dari tabrakan dengan kecepatan itu," kata Rumpel, seperti dilaporkan kembali Associated Press, Senin (5/6/2023).
Badan Penerbangan Federal (FAA) menyatakan, pesawat lepas landas dari Bandara Elizabethton, Tennessee, menuju Bandara MacArthur, Long Island. Namun entah kenapa, pesawat berbelok di atas Long Island, New York, kemudian terbang lurus di langit Washington DC sebelum jatuh di pegunungan dekat Montebello, Virginia, sekitar pukul 15.30.
Belum jelas mengapa pilot Cessna tidak merespons panggilan, termasuk penyebab jatuh serta berapa jumlah orang di dalamnya. Namun situs web pelacak penerbangan mengungkap, pesawat mengalami penurunan ketinggian secara drastis dengan jalur spiral. Ketinggian pesawat turun drastis lebih dari 30.000 kaki per menit sebelum jatuh.
Sementara itu Komando Pertahanan Ruang Angkasa Amerika Utara (NORAD) menjelaskan, jet tempur diperbolehkan melesat dengan kecepatan supersonik yang memicu suara ledakan.
“Selama kejadian ini, pesawat NORAD juga menggunakan flare yang mungkin terlihat oleh publik, dalam upaya untuk menarik perhatian pilot,” bunyi pernyataan.
Flare digunakan dengan memperhatikan keselamatan pesawat yang dicegat maupun orang di darat. Flare bisa padam dengan cepat sehingga tidak membahayakan orang-orang di darat.
Editor: Anton Suhartono