Pesawat Hilang di Alaska Ditemukan Jatuh di Lautan Es, 10 Orang Tewas
Departemen Keamanan Publik Alaska menyatakan pesawat beroperasi dengan kapasitas penumpang penuh. Bering Air melayani penerbangan perintis, mengantar penumpang mengunjungi wilayah-wilayah terpencil.
David Olson, direktur operasional Bering Air. mengatakan pesawat meninggalkan Unalakleet pada pukul 14.37 waktu setempat. Petugas air traffic control (ATC) hilang kontak dengan pilot kurang dari 1 jam kemudian. Pesawat hilang sekitar 48 kilometer di sebelah tenggara Nome.
Lokasi kejadian diketahui sedang hujan salju ringan dan berkabut dengan suhu minus 8,3 derajat Celsius.
Data forensik radar Patroli Udara Sipil AS mengindikasikan sekitar pukul 15.18, pesawat mengalami insiden yang menyebabkan terjadi penurunan ketinggian dan kecepatan secara cepat.
"Kejadian apa itu, saya tidak bisa berspekulasi," kata Komandan Penjaga Pantai AS, Benjamin McIntyre-Coble, seperti dikutip dari Associated Press.
Dia belum bisa memastikan apakah pesawat mengirim sinyal bahaya atau tidak. Pesawat itu dilengkapi dengan pemancar lokasi darurat. Jika terkena air laut akibat jatuh, perangkat tersebut akan mengirim sinyal ke satelit. Sinyal itu kemudian dikirim kembali ke Penjaga Pantai AS.
Upaya pencarian pesawat melibatkan badan-badan lokal, negara bagian, dan federal. Mereka menyisir hamparan laut dan tundra membeku yang dipenuhi es sejauh puluhan kilometer.
Editor: Anton Suhartono