Pertama di Dunia, Pasien RS Meninggal Dunia akibat Serangan Siber
Peretasan tersebut diyakini salah sasaran. Pelaku kemungkinan mengincar Universitas Heinrich Heine yang berafiliasi dengan rumah sakit Universitas Dusseldorf.
Serangan ransomware berlangsung di mana pelaku memblokir akses data rumah sakit serta mengancam akan memublikasikannya jika mereka tidak mendapat uang tebusan.
Pelaku serangan awalnya tidak menyebut jumlah uang yang diminta, melainkan hanya meninggalkan pesan kepada target agar menghubunginya.
Rumah sakit pun menghubungi polisi yang kemudian ditindaklanjuti dengan menghubungi peretas.
Namun setelah petugas memberi tahu bahwa peretasan itu membuat nyawa pasien terancam, pelaku mengurungkan niat lalu memberikan kunci digital kepada polisi untuk mencabut pemblokiran data.