Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ngamuk! Rusia Bombardir Kiev Ukraina, Hancurkan Gedung Apartemen 24 Lantai
Advertisement . Scroll to see content

Peristiwa Sejarah 6 November, Abraham Linclon Jadi Presiden AS Pertama dari Partai Republik

Senin, 06 November 2023 - 14:13:00 WIB
Peristiwa Sejarah 6 November, Abraham Linclon Jadi Presiden AS Pertama dari Partai Republik
Peristiwa sejarah 6 November salah satunya, Abraham Lincoln terpilh menjadi presiden AS pertama dari Partai Republik (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Proyek yang terdiri atas PLTA dan pabrik peleburan alumunium di Sumatera Utara tersebut dikelola PT Indonesia Asahan Alumunium (PT Inalum) yang merupakan hasil kerja sama pemerintah Indonesia dengan Nippon Asahan Alumunium asal Jepang.

3. 6 November 1943: Kiev Terbebas dari Pasukan Nazi

Di masa Perang Dunia II atau tahun 1941, Kiev sempat dikuasai Nazi Jerman. Ibu Kota Ukraina tersebut dibebaskan pasukan Soviet pada 6 November 1943. 

Sebagai penghargaan atas keberanian dan kepahlawanan dalam pembebasan Kiev, 17.500 tentara dianugerahi medali, 668 orang di antaranya ditetapkan sebagai Pahlawan Uni Soviet.

4. 6 November 1984: Ronald Reagan Terpilih Lagi Jadi Presiden AS

Ronald Reagan kembali terpilih sebagai presiden AS untuk masa jabatan kedua setelah memenangkan pilpres pada 6 November 1984. 
Ronald Reagan mengalahkan rivalnya, Walter Mondale, dengan mengumpulkan 525 suara. Satu hal menarik dalam pemilihan presiden AS saat itu adalah adanya kandidat perempuan, Geraldine Ferraro, yang menjadi pasangan Mondale. Reagen pertama kali menjabat presiden pada 1981.

5. 6 November 1860: Lincoln Terpilih sebagai Presiden AS 

Berdasarkan hasil pilpres pada 6 November 1860, Abraham Lincoln terpilih sebagai presiden AS. Lincoln mengalahkan tiga kandidat lain, sekaligus mengantarkan kemenangan bagi Partai Republik.

Namun pelantikan Lincoln sebagai Presiden ke-16 AS baru dapat dilangsungkan pada Maret 1861. Melalui Proklamasi Emansipasi, pada 1863, Lincoln menyatakan para budak di Konfederasi bebas selamanya. 

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut