Percakapan Terakhir Pilot-Kopilot Pesawat Air India yang Jatuh Tewaskan 260 Orang
Rekan di sebelahnya menjawab, “Saya tidak mematikannya!”
Percakapan ini terjadi sesaat setelah pesawat lepas landas menuju London. Tak lama kemudian, alarm darurat berbunyi, dan sinyal kehilangan daya dari kedua mesin pun terdeteksi. Dalam selang waktu yang sangat singkat, hanya 1 detik, dua sakelar bahan bakar berpindah dari posisi "run" ke "cut-off", yang langsung memutus suplai bahan bakar ke mesin
Kondisi ini menyebabkan kedua mesin mati di udara, persis setelah take-off, yang sangat krusial dalam dunia penerbangan. Pilot sempat berusaha menghidupkan kembali mesin, namun pesawat sudah berada terlalu rendah untuk bisa pulih.
Tak lama sebelum tabrakan, salah satu kru sempat mengirimkan sinyal darurat:
“Mayday, Mayday, Mayday…”
Namun sayangnya, panggilan darurat itu datang terlambat.
Diketahui, kapten dalam penerbangan itu adalah Sumeet Sabharwal (56), seorang instruktur berpengalaman dengan lebih dari 15.000 jam terbang. Sementara kopilotnya adalah Clive Kunder (32) dengan total 3.403 jam terbang.
Pakar penerbangan dari AS, Anthony Brickhouse, mempertanyakan bagaimana mungkin sakelar bahan bakar bisa berpindah tanpa sengaja.
“Seorang pilot tidak akan secara tidak sengaja mematikan kedua sakelar bahan bakar begitu saja,” katanya kepada Reuters.