Perang Pecah Lagi, Trump: Saya Tak Mau Negosiasi Lagi dengan Iran
ANKARA, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan tidak ingin bernegosiasi lagi dengan Iran setelah kedua negara kembali terlibat saling serang.
Pernyataan itu disampaikan Trump setelah AS dan Iran kembali terlibat saling serang sejak Selasa (7/7/2026) malam. Militer AS menggempur lebih dari 80 target di wilayah Iran dalam operasi yang diklaim sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz sehari sebelumnya. Iran membalas dengan menargetkan 85 lokasi pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait.
"Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi. Mereka sampah," ujarnya, di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki, Rabu (8/7/2026).
Dia juga menegaskan sikapnya, proses negosiasi dengan Iran tidak akan dilanjutkan.
Trump bahkan menegaskan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad, perjanjian yang mengakhiri perang dengan Iran atau gencatan senjata 60 hari, tidak berlaku lagi.
"Saya kira sudah berakhir," kata Trump, saat ditanya wartawan mengenai status MoU tersebut.
Tak lama setelah serangan AS tersebut, Iran membalas dengan menargetkan 85 lokasi militer AS di Bahrain dan Kuwait.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan operasi balasan dilakukan menggunakan rudal dan drone yang diarahkan ke Pelabuhan Salman, wilayah Armada Ke-5 AS di Bahrain, serta Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. IRGC juga mengklaim berhasil menembak jatuh drone pengintai MQ-9 milik AS yang disebut mencoba mengganggu operasi tersebut.
Iran menyebut serangan AS terhadap wilayahnya sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata.
AS juga mencabut izin ekspor minyak terhadap Iran yang baru dibuka pada 22 Juni lalu.
Menanggapi keputusan itu, Iran mengancam AS akan menanggung konsekuensi yang berat. Selain itu Iran berhak melakukan apa pun untuk melindungi keamanan dan kedaulatan wilayahnya.
Editor: Anton Suhartono