Perang 2 Tahun Bikin Ekonomi Sudan Kembali ke Zaman Kuno
Konflik antara pasukan pemerintah dan RSF terus membesar, terutama setelah RSF berhasil menduduki Kota El Fasher yang sebelumnya dikuasai pemerintah beberapa bulan lalu. Serangan brutal dan pembunuhan ribuan warga sipil menambah panjang deret kesengsaraan rakyat Sudan.
Uang Tak Lagi Bernilai
Di banyak wilayah Sudan, uang kertas praktis tak lagi memiliki fungsi sebagai alat tukar. Sistem perbankan yang hancur membuat transaksi tunai tak dapat dilakukan.
“Saya tidak memegang uang kertas selama lebih dari 9 bulan,” kata Ali, seorang pegawai negeri sipil (PNS).
Barang rumah tangga yang dulu dianggap biasa, seperti kursi, cangkul, atau peralatan dapur, kini berubah menjadi “mata uang” baru.
Ali bahkan pernah menukar cangkul dan kursi dengan tiga karung sorgum (sereal), sementara warga lain menukar barang-barang seperti tepung, gula, atau jagung untuk mendapatkan layanan sehari-hari.