Penembakan di Luar Gedung Sekolah, 2 Siswa Tewas dengan Luka di Kepala
CHICAGO, iNews.id - Dua orang di Chicago, Illinois, Amerika Serikat (AS) tewas dalam penembakan di luar Sekolah Menengah Benito Juarez. Selain itu, dua orang lainnya luka dalam insiden tersebut.
Inspektur Polisi David Brown kepada wartawan melaporkan, penembakan ini terjadi padaa Jumat (16/12/2022) sore. Namun demikian belum ada tersangka yang ditahan.
Brown mengaku, tidak memiliki informasi apa pun tentang para korban karena penyelidikan masih dalam tahap awal.
Sebelumnya, Juru Bicara Departemen Pemadam Kebakaran Chicago, Larry Langford mengatakan, ada empat siswa tertembak dalam aksi itu. Meski demikian, Brown mengaku tidak ingin berspekulasi terkait status dan identitas para korban.
Terungkap, Pelaku Penembakan Karyawan BPD Papua di Sinak KKB Pimpinan Kalenak Murib
Dalam siaran pers, polisi mengatakan, dua korban yang meninggal berjenis kelamin laki-laki yang masing-masing berumur 14 dan 15 tahun. Keduanya ditembak di kepala.
"Kedua korban luka dalam kondisi baik," kata polisi.
Penembakan di Universitas Virginia AS Tewaskan 3 Orang, Pelaku Buron
Seorang korban berjenis kelamin laki-laki berusia 15 tahun. Dia tertembak di paha dan bahu. Sementar korban lain merupakan seorang gadis berusia 15 tahun. Di atertembak di paha.
Seorang saksi Nicasio Rogel mengatakan, awalnya dia mendengar apa yang awalnya dikira petasan. Ada enam hingga delapan letusan. Dia lantas melihat dua anak di tanah. Keduanya membawa ransel.
Satgas Damai Cartenz Kejar KKB Pelaku Penembakan 2 Pekerja di Beoga
"Orang-orang ditembak di luar gedung sekolah, tetapi masih di halaman sekolah. Mereka dibawa ke Rumah Sakit Stroger," kata Langford.
Gubernur Illinois JB Pritzker merilis pernyataan di Twitter. Dia mengaku turut berduka cita kepada keluarga korban.
“Sekolah adalah landasan lingkungan dan siswa berhak merasa aman. Kita harus mengakhiri tragedi ini dan membersihkan komunitas dari kekerasan senjata,” tulis Pritzker yang merupakan seorang Demokrat.
Senator Dick Durbin menggemakan sentimen tersebut dan menyerukan Kongres untuk berbuat lebih banyak.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, senjata api adalah penyebab utama kematian di kalangan anak-anak dan remaja berusia 1-19 tahun pada tahun 2020. Jumlah itu melampaui korban dalam kecelakaan kendaraan bermotor.
Editor: Umaya Khusniah