Pemimpin Hizbullah Naim Qassem Tuduh Pejabat Lebanon Budak Israel, Kenapa?
2. Gencatan Senjata yang Tak Dijalankan Israel
Menurut Qassem, serangan Israel itu semakin membuktikan bahwa perjanjian gencatan senjata Israel-Hizbullah yang berlaku sejak 27 November 2024 telah memasuki fase baru.
Dalam kesepakatan tersebut, Israel seharusnya menarik seluruh pasukannya dari Lebanon selatan sejak Januari 2025. Namun kenyataannya, Israel masih mempertahankan kehadiran militer di lima pos perbatasan.
Situasi ini dipandang Hizbullah sebagai bentuk pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian.
3. Qassem Tuduh Pejabat Lebanon Ikuti Perintah AS
Kemudian, Qassem menuding pemerintah Lebanon gagal mengambil sikap tegas terhadap Israel. Dia bahkan menyebut sejumlah pejabat sebagai “budak Israel”.
Menurutnya, pejabat-pejabat tersebut mengikuti perintah Amerika Serikat, berupaya melucuti senjata Hizbullah, dan dianggap lebih tunduk kepada kepentingan asing ketimbang melindungi Lebanon dari ancaman Israel.