Pemilu India, Suara Partai Penguasa BJP Pimpinan Narendra Modi Anjlok
NEW DELHI, iNews.id - PemiluIndia berjalan ketat. Partai berkuasa Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi gagal meraih suara mayoritas yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan.
BJP harus berkoalisi dengan partai lain untuk agar memiliki jumlah suara yang cukup untuk membentuk pemerintahan, yang artinya juga mengantarkan Modi kembali ke kursi perdana menteri.
Berdasarkan penghitungan suara sementara, BJP masih memimpin dengan memperoleh 244 kursi dari 543 yang diperebutkan di majelis rendah. Namun perolehan itu belum cukup untuk menjadikannya mayoritas tunggal. Jumlah surat suara yang sudah dihitung lebih dari setengah, namun perolehan BJP tak mungkin bisa memenuhi mayoritas tunggal.
Ini merupakan penurunan performa BJP yang cukup mengejutkan. Pasalnya dalam dua pemilu sebelumnya, 2014 dan 2019, partai nasionalis Hindu itu selalu mengamankan jumlah kursi yang cukup di parlemen untuk membentuk pemerintahan sendiri.
Salah satu penyebab penurunan adalah anjloknya perolehan suara BJP di Uttar Pradesh, negara bagian yang selama dua periode sebelumnya menjadi mesin suara. Perolehan suara BJP dari wilayah itu memang masih yang tertinggi dibandingkan partai lain, yakni mengirim 36 wakilnya ke parlemen pusat. Namun angka itu jauh menurun dibandingkan pemilu 2019, BJP memperoleh 62 kursi parlemen pusat dari Uttar Pradesh. Total kursi yang diperebutkan untuk parlemen pusat di negara bagian tersebut 80, terbesar dibandingkan dengan wilayah lain.