Pemerintah Sri Lanka Paksa Kremasi Jenazah Muslim Korban Covid-19, Picu Kemarahan
Kejadian ini semakin membuat marah publik dan diungkapkan melalui media sosial, termasuk mantan pejabat pemerintah.
"Para hantu di Kanatte (kuburan) dalam semalam menghilangkan pita putih yang diikat untuk mengenang bayi yang dikremasi secara paksa," kata mantan Menteri Luar Negeri, Mangala Samaraweera,dalam cuitan, seperti dikutip dari AFP, Selasa (15/12/2020).
Seorang influencer yang mengunggah foto pita di akun media sosialnya menyebut tindakan tersebut sebagai penindasan negara.
Sri Lanka mengalami lonjakan kasus Covid-19 sejak Oktobe,. Jumlah kasus infeksi meningkat hampir 10 kali lipat menjadi total lebih dari 32.790 orang, sebanyak 152 di antaranya meninggal.
Dewan Muslim Sri Lanka menyatakan, banyak muslim yang menjadi korban meninggal akibat virus corona. Jumlah muslim di Sri Lanka mencapai 10 persen total 21 juta populasi.