Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tegang! Jet Tempur AS Tembak Jatuh Drone Iran yang Dekati Kapal Induk USS Abraham Lincoln
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Masih Shut Down, Seluruh Tentara AS Tak Terima Gaji

Senin, 27 Oktober 2025 - 07:20:00 WIB
Pemerintah Masih Shut Down, Seluruh Tentara AS Tak Terima Gaji
Seluruh personel militer AS dipastikan tak mendapat gaji karena shut down pemerintah masih berlangsung (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Shut down atau penutupan pemerintah Amerika Serikat (AS) masih berlangsung, memasuki hari ke-26, Minggu (26/10/2025). Salah satu dampaknya seluruh personel militer AS, termasuk yang bertugas di luar negeri, tidak akan menerima gaji.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, personel militer AS kemungkinan tidak akan menerima gaji hingga 15 November jika penutupan pemerintah berlanjut.

"Saya kira kita bisa membayar gaji mereka mulai November, tapi pada 15 November tentara serta personel militer lain, yang bersedia mempertaruhkan nyawa, tidak akan bisa menerima gaji," kata Bessent, kepada CBS News, dikutip Senin (27/10/2025).

Tahun fiskal baru AS dimulai pada 1 Oktober, namun Senat belum bisa mengesahkan rancangan anggaran yang menyebabkan pemerintah tidak bisa beroperasi. Partai Republik mengajukan rancangan anggaran yang tidak disetujui oleh Pertai Denokrat.

Pemicu utama dari konflik ini adalah Republik tidak memasukkan tunjangan perawatan kesehatan dalam rancangan anggaran, padahal sangat dibutuhkan warga AS.

Penutupan pemerintah memicu penghentian operasional beberapa lembaga federal yang didanai langsung melalui persetujuan Kongres.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan shut down kali ini akan dimanfaatkan untuk memangkas jumlah PNS federal serta gaji secara besar-besaran. Dia juga menuduh Partai Demokrat sengaja menciptakan kebuntuan anggaran untuk mengganggu pemerintahannya.

Gedung Putih juga memanfaatkan situasi ini untuk menghapus program-program pemerintah yang tidak disukai Partai Republik.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut