Pejabat Korup Uzbekistan Izinkan Obat Sirup India Beredar, 65 Anak Tewas Gagal Ginjal Akut
TASKHENT, iNews.id - Fakta baru terungkap dalam kasus kematian 65 anak akibat gagal ginjal akut usai minum obat sirup India. Pejabat Uzbekistan terbukti menerima suap sehingga obat itu beredar tanpa prosedur yang benar.
Quramax Medical, perusahaan farmasi India membayar Rp500 juta kepada pejabat untuk menghindari pengujian obat. Sebanyak 21 orang sudah diadili, 20 di antaranya merupakan warga negara India.
CEO Quramax, Singh Raghvendra Pratar membantah tuduhan tersebut tetapi mengakui telah memberikan uang kepada pejabat melalui perantara sebagai tanda penghargaan.
Ia mengatakan bahwa ia tidak tahu bagaimana dan oleh siapa uang tersebut digunakan nantinya.
Gagal Ginjal Akut Tewaskan 89 Anak di Gambia dan Uzbekistan, India Sanksi 3 Perusahaan Farmasi
Jaksa penuntut umum juga mengatakan Quramax telah mengimpor obat-obatan Marion Biotech dengan harga yang dimanipulasi melalui dua perusahaan perantara berbasis di Singapura untuk menghindari pajak.
Sebelumnya, total 89 anak meninggal dunia akibat kasus gagal ginjal akut yang muncul pada September 2022 di Uzbekistan dan Gambia. Gagal ginjal akibat konsumsi obat batuk buatan perusahaan farmasi India.
Kasus Gagal Ginjal Akut, Gambia Sebut Perusahaan Obat India Bertanggung Jawab
India sudah memberi sanksi kepada tiga perusahaan. Pemerintah India juga telah melakukan inspeksi terhadap perusahaan farmasi di negaranya. Kasus gagal ginjal akut dinilai mencoreng nama India sebagai apotek murah bagi dunia.
India telah memperketat pengujian ekspor sirup batuk sejak Juni 2023. Perusahaan wajib untuk memperoleh sertifikat analisis dari laboratorium pemerintah sebelum mengekspor produk.
Empat Terdakwa Produsen Obat Sirup Penyebab Gagal Ginjal Akut Mulai Disidang
Editor: Muhammad Fida Ul Haq